Selasa, 22 Mei 2018

Pending Kopi

Pada suatu pagi...

Saa sedang duduk di kafe. Tak berala lama, masuklah 2 pelanggan lain, Salah satu dari mereka memesan, "Lima Kopi. Dua untuk kami, tiga pending" Mereka membayar lima cangkir dan meninggalkan kafe dengan masing masing hanya memegang satu cangkir.

Apa it pending kopi, tanya saya

Lihat saja nanti jawab sang pelayan kafe

Tidak sampai 10 menit kemudian masuklah seorang laki2 tua miskin. Ia bertanya lirih kepada si pelayan kafe, Apakah ada pending kopi ?

Sang pelayan menjawab, Ada Sobat

Laki-laki tua itu menghela nafa lega, Ia sejenak menutup matanya lalu membuka kembali matanya. Bibirnya tersenyum tipis "Terima kasih Banyak " ucapnya pelan. Ia menerima secangkir kopi lalu beranjak pergi.

*pending kopi adalah sebuah tradisi Napoli italia yang tumbuh subur pada masa perang Dunia II

-Anonim-

Minggu, 20 Mei 2018

Sepatu

Pada suatu hari...

Tatkala sedang mau naik sebuah gerbong kereta apai, Mahatma Gandhi kelepasan salah satu sepatunya dan jatuh di atas rel. Gandhi tidak mampu mengambilnya karena kereta mulai berjalan. Sekonyong - konyong Gandhi melepaskan pasangan sepatunya dan melemparkannya agar mendarat sedekat mungkin dengan sepatu yang terlepas tadi.

Beberapa saat kemudian, salah seorang penumpang bertanya kepadanya, "Kenapa anda melakukan itu?"

Gandhi menjawab, " Agar orang miskin yang nanti menemukan sepatu itu akan mempunyai sepasang sepatu yang bisa di pakai "

Sabtu, 12 Mei 2018

Bergantung Pada Allah

Tinggal Dalam Yang Terbaik Dari Tuhan - Bergantung Pada Allah

Syalom kawan-kawan,
pada hari hari ini saya akan meringkas isi dari buku "Tinggal Dalam Yang Terbaik Dari Tuhan" untuk bab "Bergantung Pada Allah"

Awal dalam bab ini, di buka dengan ketika malaikat TUHAN menampakkan diri dengan Gideon dan berfirman "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani". Dan Gideon menjawab "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya menimpa kami?". 

Pada ayat tersebut Gideon tidak mengkritik malaikat TUHAN, tetapi karena Gideon telah mendengar tentang permulaan bangsa Israel yang ajaib dan muak serta lelah menjalani kehidupan di bawah standar, Gideon lelah hidup di bawah penindasan musuh, Ia benar benar mengingkan yang terbaik dari Allah, Jadi malaikat meresponi katanya "Pergilah dengan kekuataanmu ini dan Allah akan menyertaimu". Dengan kata lain pada dasarnya malaikat itu menghargainya karena menginginkan lebih dari yang di berikan kehidupan padanya.

Salah satu langkah pertama untuk melihat kuasa supranatural Allah bekerja dalam hidup Anda adalah dengan sampai ke tempat di mana Anda berkata dengan sungguh-sunggu, "Aku tidak akan hidup seperti ini lagi"

Allah menciptakan anda untuk sesuatu yang istimewa. sehingga anda jangan membuang waktu anda untuk bermalas malasan dan membiarkan segala sesuatu biasa biasa saja. Mulailah dengan kerendahan hati untuk bergantung pada Allah bukan pada diri sendiri. Kerendahan hati adalah lebih mempercayai Tuhan daripada kekuatan dan kemampuan diri Anda Sendiri.

TUHAN akan mengankat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.

Ulangan 28:13

Semoga Tuhan Memberkati
Salam
New Spirittt

Minggu, 06 Mei 2018

TINGGAL DALAM YANG TERBAIK DARI TUHAN



Syalom kawan2...
Disini penulis akan menshare seputar buku yang bagus karangan Andrew Wommack yaitu "Tinggal Dalam Yang Terbaik Dari Tuhan"

Sebelum menshare secara bab ke sub bab, maka penulis akan melampirkan sebuah gambaran umum yang terletak pada belakang dari buku tersebut.


Ubahlah tingkah laku Anda dan hiduplah dalam yang terbaik dari Allah



Kesehatan Ilahi dan kemakmuran lebih baik daripada kesembuhan Ilahi dan penyediaan. Jika Anda hidup dalam kesehatan ilahi dan kemakmuran, Anda tidak akan membutuhkan sebuah mukjizat untuk disembuhkan atau membayar tagihan tagihan Anda. Jika Anda tidak bisa melihat perbedaan antara keduanya, mungkin itu satu alasan Anda hanya mendapatkan "percikan" yang terbaik dari Allah daripada benar-benar hidup di dalamnya.


Kebanyakan orang Kristen hidup di suatu tempat di mana hanya soal waktu sebelum ada suatu krisis dalam hidup mereka dan mereka membutuhkan sebuah mukjizat. Anda mungkin berpikir akan luar biasa beranjak dari satu mukjizat ke mukjizat yang lain, tapi itu artinya Anda juga akan beranjak dari satu krisis ke krisis yang lain !


Mukjizat itu bagus ketika Anda membutuhkannya, tapi Anda tidak dimaksudnkan untuk terus menerus diselamatkan olehnya. Allah ingin mengubah di mana Anda hidup. Buarkan Andrew menunjukkan kepada Anda cara hidup dalam yang terbaik dari Allah saat ini ! 


Andrew Wommack


Pelayanan Andrew Wommack, penulis dan pengajar Alkitab selama empat dasawarsa, menjangkau jutaan orang melalui siaran radio dan televisi Gospel Truth setiap hari, dan melalui Charis Bible College, yang berada di Wiidland Park, Colorado



Adapun Isi dari buku ini adalah
1. Bergantung pada Allah
2. Menolak Hutang
3. Kesehatan Supranatural
4. Jenis Kasih Allah
5. Sampai Mati ?
6. Sudah Diberkati
7. Kedangingan
8. Perkataan
9. Hukum Alam
10. Manna
11. Perkenaan yang Diucapkan !
12. Kutuk atau Berkat ?
13. Tidak Masalah
14. Tidak Bisa Dibalikkan
15. Tidak Ada Mantra
16. Hanya Anda
17. Ditebus
18. Memilih Kehidupan
19. Kesukaan
20. Ia Tidak Marah
21. Setiap Pekerjaan Jahat
22. Iman yang Besar

Semoga memberkati
New Spirittt

Minggu, 29 April 2018

Remind Komitmen

Beberapa tahun yang lalu, sekitar 2 tahun lalu, minimal setiap minggu penulis aktif menulis sharing artikel di blog ini, tetapi sejalan dengan waktu dan kesibukan kerja, blog ini mulai tidak terurus.
Di hari ini, dengan segala kesibukan, penulis mulai mengingat kembali komitmen yang lama yang mulai pudar, yaitu kembali menulis di blog ini dengan aktif. 

Mazmur 104:33-34
"Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.

Setelah membaca firman ini, penulis mencoba mengingat bahwa komitmen untuk menulis di blog ini sudah pudar, dan saatnya untuk  memperbahurinya kembali. Karena selama hidup, kita perlu untuk menyanyi bagi Tuhan, dan bermazmur bagi-Nya selama kita ada. Jangan sampai pekerjaan yang sibuk menghancurkan hubungan kita dengan Tuhan. Penulis percaya bahwa hanya dari Tuhan lah kesuksesan dan kebahagian itu berasal. Kita bisa saja bekerja sangat keras, tapi jika Tuhan tidak berkenan, maka kesuksesan dan kebahagiaan tidak akan pernah hadir dalam hidup kita.

Semoga memberkati.
New Spiritt

Minggu, 14 Januari 2018

HOME (ABOUT US) - New Spirittt

(Sebelumnya blog ini bernama kingmotivation.blogspot.com tapi dengan banyak pertimbangan kami mengubah blog ini menjadi hidup new-spirittt, semoga blog ini akan tetap memberi manfaat kepada kita kedepannya)



Hai...

KingMotivation adalah sebuah nama blog yang didirikan pada 23 Oktober 2012 dan suatu kelak seoga blog ini bisa menjadi suatu lembaga bidang pengembangan diri dengan nama New Spirittt

Blog ini di buat pertama kali dengan tujuan untuk membagi pengalaman di bangku perkuliahan, yang mungkin bisa menyelamatkan ribuan mahasiswa yang terkena DO. Dan tentu saya berharap semoga blog ini bisa membantu anda, dan sekaligus memotivasi anda.

Jauh setelah membuat blog ini, kami mulai berpikir bahwa kami tidak akan hanya menshare artikel tentang perkuliahan, tapi juga artikel lain, motivasi dan rohani, karena kami tahu bahwa tujuan hidup adalah untuk juga berbagi dengan orang lain, dan mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan Yesus. Dan berprestasi di salah satu bidang adalah satu dari banyak hal untuk memuliakan Tuhan, jadi kami mencoba mensharingkan banyak hal, agar kita bisa sukses dalam setiap aspek kehidupan kita.

Yah, mungkin Tuhan memberikan talenta kepada kami untuk berkonstribusi menulis motivasi rohani.  Memotivasi banyak orang dengan ayat rohani. Tetapi kami senang untuk melakukan itu, menyelamatkan banyak orang dari kehancuran dan  putus asa akibat kegagalan. Karena kami menulis untuk Tuhan, kami ingin mempersembahkan bakat paling terbaik yang kami punya untuk Tuhan Yesus.

"Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah" (Filipi 1 :22)

Kami hidup berarti kami harus bekerja untuk memberi buah, sehingga kami akan berusaha mempersembahkan karya terbaik kami untuk Tuhan Yesus.


"Mari Mengubah Dunia Dengan Tulisan Motivasi"
-ET-

Senin, 08 Januari 2018

Bekerja tidak sekeras orang lain untuk mendapatkan berkat lebih

Syalom kawan2 semua,

Sudah cukup lama saya tidak mensharingkan artikel di sini, dan ini adalah artikel pertama saya di tahun 2018, yang ingin saya sharingkan di sini adalah tentang berkat dan perlindungan Tuhan. 

Saya ingin mengawali sharing ini dengan sebuah bacaan yaitu : 

Mazmur 127 : 1 - 2

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah , sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal  kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti  yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur


Dari bacaan di atas saya menyadari bahwa kesuksesan kita bukanlah dari seberapa keras kita bekerja, atau seberapa lama kita bekerja, tapi dari berkat Tuhanlah kesuksesan itu berasal. Tentu saya tidak mengatakan bahwa kita cukup bermalas-malas saja dan kita akan sukses tapi kita perlu juga bekerja tapi dalam bekerja hendaklah kita jangan lupa untuk berdoa dan mengingat Tuhan sehingga pekerjaan kita di berkati.

Saya melihat banyak org yang bekerja dengan sangat keras siang dan malam untuk mencapai kesuksesan sampai2 lupa untuk berdoa. Terlihat bahwa kesuksesan mereka juga tidak begitu memuaskan. Hanya dari Tuhanlah, kesuksesan itu akan begitu sangat membahagiakan kita dan memuaskan kita.

Sudah 6 tahun saya lulus dari perguruan tinggi, dan sudah banyak yang Tuhan ajarkan dalam hidup saya. Banyak perubahan dan saya menyadari bahwa setiap hari saya selalu belajar pada Tuhan. Dan sampai sekarang saya masih tetap sama seperti 6 tahun yang lalu bahwa saya tetap mengingat dan setia dengan Tuhan. 

Saya bersyukur bahwa saya mendapatkan pekerjaan di bidang design dimana saya tidak harus berjuang panas-panas tiap hari untuk mendapatkan nafkah, saya beryukur saya tidak perlu melakukan pekerjaan2 yang tidak baik untuk mendapatkan uang. Semuanya Tuhan cukupkan dalam hidup saya. Saya beryukur, tidak perlu marah2 setiap hari dalam pekerjaan untuk membuat semuanya lancar. Semua berkat Tuhan. 

Mungkin banyak teman seangkatan saya di perguruan tinggi yang mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari pada saya sekarang, tapi saya tidak iri. Saya sangat bersyukur dengan kehidupan saya sekarang dan saya bahagia dengan itu. Saya bahagia setiap hari apapun yang terjadi karena Yesus adalah Tuhan saya. Cukup satu hal tersebut maka saya bersyukur dan bahagia setiap hari, bahwa kehidupan ini adalah berkat dari Tuhan, dan Tuhan Yesus telah menyelamatkan hidup saya dan anda yang percaya Tuhan Yesus. Itu adalah anugerah yang terbesar dalam sejarah manusia dimana Tuhan Yesus berkorban di kayu salib untuk menyelamatkan kita manusia yang penuh dengan dosa.

Dulu saya berpikir, semenjak setelah lulus kuliah, saya harus mencapai hal ini dan itu dan harus meningkat setiap tahun. Tapi suatu waktu Tuhan mengingatkan saya lewat kisah beberapa orang, dimana cukup dengan setia pada Tuhan dalam pekerjaan kita maka Tuhan akan mengangkat kita dengan cara yang tidak kita tahu. 

Tidak harus untuk mencapai angka 10 anda setiap tahun mengejar target 1 + 1 +1 + 1 + 1 + 1 + 1 +1 +1 + 1 = 10, tapi cukup setia dengan Tuhan, taat dengan ajarannya maka kisah anda bisa berbeda bisa saja menjadi 1 + 0 + 0 + 0 + 9 = 10, artinya dengan cara pertama anda membutuhkan 10 tahun untuk mendapatkan hasil 10 tapi dengan cara kedua anda hanya butuh 5 tahun untuk mendapatkan 10 walaupun pada tahun kedua sampai tahun keempat kita tidak melihat apapun yang terjadi, tetapi kesetiaan kita bernilai bagi Tuhan. Ingat kesetiaan tidak akan pernah sia sia..

Semoga sharing ini bermanfaat.
Tuhan Yesus memberkati.




Rabu, 09 November 2016

JANGAN MEMBENCI

Suatu hari, seorang dosen Teologia memasuki sebuah kelas, meletakkan sebuah papan Target besar berbentuk lingkaran dan tak jauh dari sana diletakkan sebuah meja dengan banyak anak panah di atasnya, serta ada kertas dan perlengkapan untuk menggambar.

Saat itu, ia berkata kepada mahasiswa/i nya: “masing-masing ambillah selembar kertas dan alat gambar, lalu gambarlah wajah seseorang yang Anda tidak suka, orang yang selalu membuatmu marah.” Ada yang menggambar wajah temannya, ada juga seorang mahasiswa menggambar wajah ayahnya, ada pula wajah rektor dan dosen-dosen yang tidak mereka sukai. Masing-masing mahasiswa sudah menyelesaikan gambarnya.

Secara bergilir mereka mulai menyematkan hasil gambar mereka ke papan Target, lalu mereka mulai melemparkan anak-anak panah pada gambar tersebut. Beberapa mahasiswa menunjukkan kebencian sekaligus rasa puas ketika melemparkan anak panah pada orang yang dibencinya.

Tak berapa lama, sang dosen menyuruh mereka untuk kembali duduk karena waktunya sudah habis. Sang dosen menurunkan gambar dan juga papan Target dari tembok. Kini yang tampak adalah gambar YESUS yang ternyata berada dibalik papan Target.
Keheningan memenuhi kelas ketika setiap mahasiswa memandang gambar Yesus tersebut.

Gambar wajah dan mata-Nya penuh lubang, bahkan ada yang robek karena hujaman anak-anak panah tadi. Sang dosen hanya berkata singkat, “Apa yang kamu lakukan terhadap sesamamu, kamu telah melakukannya terhadap Yesus.”

Puluhan pasang mata mahasiswa menitikkan air mata. Mereka kini menyadari bahwa dengan membenci sesamanya, mereka telah melukai hati Yesus.

Yoh 14:15 berkata, “Jikalau kamu mengasihi AKU, kamu akan menuruti segala perintah-KU”. Kasih kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama, karena mengasihi sesama merupakan perintah Tuhan. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Yesus, tetapi kita masih membenci sesama kita.

Jika saat ini kita menyimpan kebencian kepada seseorang, ingatlah bahwa target kebencian kita adalah Yesus karena apa yang kita lakukan terhadap sesama, kita telah melakukannya terhadap YESUS. Tuhan Yesus mengasihi kita semua. GBU.

Berjalan Dengan Keong

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : “Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!”

Aku menariknya, menyeret bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan. Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.

“Ya Tuhan! Mengapa?” Langit sunyi senyap. Biarkan saja keong merangkak di depan, aku kesal di belakang. Pelankan langkah, tenangkan hati….

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.

Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.

Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.

Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.

Oh? Mengapa dulu tidak merasakan semua ini?

Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

“He’s here and with me for a reason”

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar kamu kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur kepadanya.
Karena dialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kamu cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima kasih.
Karena dialah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kamu benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena dia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini kamu tak memahami dunia.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kamu cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kamu mencintainya, bukankah berharap dia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa dia pernah ada dalam hidupmu.
Karena dia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya.
Karena kamu mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima kasihlah sepenuhnya bahwa dia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.

KISAH NATAL - MENGAPA YESUS MENJADI MANUSIA

Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.

“Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih,” kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja.
“Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya… “

Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka.

“Saya tidak mau menjadi munafik,” jawabnya.
“Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang.”

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar.

Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya. Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.

Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu. Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka? Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam.

Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.

Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.

“Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan,” kata pria itu pada dirinya sendiri,
“…dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman.”

Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah.

Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata,
“Sekarang saya mengerti,” bisiknya dengan terisak.
“Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia…”

__________________________________________________________________

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

GADIS PENJUAL APEL

Beberapa tahun lalu sebuah grup salesman menghadiri sebuah konfrensi di Chicago. Mereka telah berjanji kepada istri masing-masing akan tiba di rumah pada hari Jumat malam untuk makan malam bersama. Hal ini membuat mereka terburu-buru mengejar pesawat mereka sambil membawa koper-kopernya. Namun saat menuju tempat boarding pass tanpa sengaja salah seorang salesman itu menyenggol sekotak apel yang dijajakan. Apel-apel itu berhamburan kemana-mana. Namun para salesman itu tetap bergegas mengejar pesawat mereka, karena jika tidak maka mereka akan terlambat.

Tapi satu orang diantara mereka berhenti. Dia berhenti sejenak dan mengambil nafas dalam-dalam, dia mencoba mendengarkan suara hatinya, dan ia merasakan belas kasihan pada gadis yang menjual apel-apel itu. Dia segera memberitahu teman-temannya untuk berangkat tanpa dirinya, dia meminta salah satu dari mereka untuk menghubungi istrinya bahwa ia akan terlambat pulang. Pria itu kemudian kembali ke terminal dimana apel-apel tadi berhamburan ke lantai.

Pria itu bersyukur telah membuat keputusan yang benar. Gadis penjual apel itu ternyata buta! Gadis itu menangis, dan rasa frustasi terlihat jelas diwajahnya. Dia mencoba meraba-raba mencari apel-apelnya. Ia berseru meminta pertolongan untuk mengumpulkan barang dagangannya, namun tidak seorang pun yang peduli.

Salesman itu berlutut memunguti apel itu bersama gadis itu, setelah mengumpulkannya, ia membantu menatanya kembali di meja. Saat ia melihat banyak diantara apel itu yang rusak, ia memisahkannya. Saat telah selesai, ia berkata kepada gadis itu, “Ini uang 40 dolar, tolong ambil ini untuk mengganti kerusakan yang terjadi. Apakah kamu baik-baik saja?”

Gadis itu menghapus air matanya.

Pria itu kemudian berkata, “Aku harap apa yang kami lakukan tidak merusak harimu sedemikian buruk.”

Ketika pria itu hendak pergi meninggalkan gadis buta itu, gadis itu memanggilnya kembali.

”Tuan..” Pria itu berbalik menatap gadis itu.

”Apakah engkau Yesus?” tanya gadis itu.

Pria itu hanya tertegun dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Perlahan dia pergi ke arah penjual tiket untuk pulang kerumahnya dengan pesawat selanjutnya. Namun pertanyaan gadis itu terus terdengar di telinganya, “Apakah engkau Yesus?”

Banyak orang di dunia ini seperti gadis itu, mereka dalam keadaan buta dan membutuhkan pertolongan. Namun kita yang telah dicelikkan oleh Yesus Kristus jarang yang mau berhenti sejenak dan menolong mereka. Jika kita menyatakan mengenal Yesus, seharusnya kita berjalan dan hidup sebagaimana Yesus hidup. Sehingga ketika kehidupan seseorang bersentuhan dengan hidup kita, dia dapat merasakan kasih Yesus itu. Sudahkah hidup kita mencerminkan kehidupan Yesus?

Kisah Si Ayam dan Si Babi

Alkisah, ada dua binatang yang berteman akrab sejak kecil, yaitu si ayam dan si babi. Mereka selalu berjalan berdua kemanapun mereka pergi. Pada suatu hari, ketika mereka berjalan melewati hutan belantara yang jauh dari keramaian kota , mereka menemukan seorang laki-laki yang hampir mati.

Si ayam berkata: “Eh, bie! liat tuh! Kayaknya ada orang sedang berbaring didepan!”

Si babi : “Iya, yam! Gue juga… liat. Kayaknya dia sedang sekarat. Yuk kita deketin.”

Mereka melihat dari dekat, dan laki-laki itu dengan lemah berkata : “Tolong aku, aku lapar dan tidak punya makanan”

Lalu si ayam berkata kepada babi : “Eh, kasihan deh. Bie, yuk kita tolong dia.”

Sahut si babi : “Tapi gimana yam ? Kita kan nggak bawa bekal apa-apa ?”

Si ayam berkata : “Ya sudah, apa yang ada pada diri kita saja kita olah menjadi makanan, setuju?”

Babi mengangguk : “Baiklah, kalau itu bisa menyelamatkan nyawa orang itu, saya bersedia.”

Singkat cerita, mereka masing-masing memberikan bagian diri mereka, mengolahnya menjadi makanan dan memberikan kepada laki-laki tersebut. Ia sangat berterimakasih, kesehatannya telah pulih dan ia melanjutkan perjalanannya. Si ayam dan si babi pun melanjutkan perjalanannya berdua.

Si ayam berkata : “Senang yach, rasanya, kita bisa menjadi berguna untuk orang lain….”

Si babi membalas : “Iya sih, aku juga senang. tapi kamu jalannya jangan cepat-cepat yam, aku tadi memberikan satu kakiku untuk menjadi makanannya, kamu sih enak, bisa bertelur….”

Cerita diatas menggambarkan 2 tipe dalam memberi, yaitu memberi dalam kelimpahan dan memberi dalam kekurangan. Sifat ini dapat kita refleksikan dalam diri kita, yaitu ketika kita memberikan persembahan dalam gereja, boleh ditanyakan dalam diri kita sendiri: “Apakah saya merasa sudah memberikan yang terbaik untuk Tuhan?” Biarlah hati nurani masing-masing yang menjawabnya.

Saya jadi ingat, ketika Tuhan Yesus memperhatikan orang-orang yang memberi persembahan. Orang-orang kaya memberi persembahan dari kelimpahannya, Tetapi seorang janda miskin memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkahnya. (Lukas 21:4). Orang yang memberikan dari kelimpahannya memberi sedikit bagian untuk Tuhan Dan sisa bagian yang jauh lebih banyak untuk dirinya sendiri, sedangkan si janda miskin memberikan seluruh bagiannya untuk Tuhan dan tidak ada bagian untuk dirinya sendiri. Itulah sebuah kenyataan, bahwa setiap orang memiliki kasih yang berbeda untuk Tuhan kita.

Kehendak Tuhan adalah supaya kita mengasihiNya dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita.

Tuhan memang tidak butuh harta kita. Ia adalah pemilik surga dan bumi. Jika Ia mau, Ia bisa mengambil semua harta kita. Tuhan menginginkan hati kita, supaya kita berserah kepadaNya. Namun hal ini tidak akan terjadi sepenuhnya sebelum hati kita masih menyayangi harta duniawi. Alkitab berkata : “Dimana hartamu berada, disitu pula hatimu berada” (Mat 6:21).

Dimana hartamu berada, disitu pula hatimu berada.

Kupu-Kupu Yang Tak Bisa Terbang

Seorang pria sedang memperhatikan kupu-kupu yang berusaha keluar dari kepompongnya melalui sebuah lubang kecil.

Kupu-kupu itu nampak berusaha keras untuk keluar, namun tak berhasil. Kemudian si pria itu berusaha menolong dengan merobek kepompong itu, sehingga si kupu-kupu dapat keluar dengan mudah.

Sayangnya si kupu-kupu memiliki tubuh yang tidak sempurna, tubuhnya kecil lemah, sayapnya juga tidak bisa berkembang sehingga si kupu-kupu tidak pernah bisa terbang hanya berjalan dengan tubuhnya seumur hidup.

Niat baik si pria menolong si kupu-kupu ternyata sudah menghilangkan proses perjuangan si kupu-kupu untuk keluar dari kepompongnya. Padahal proses perjuangan itu yg seharusnya dilewati agar tubuhnya menjadi kuat sayapnya berkembang sempurna.

Manusia pada umumnya selalu berusaha menghindari perjuangan dengan usaha keras untuk mencapai sesuatu. Kebanyakan orang selalu ingin cara-cara mudah instant untuk mencapai sesuatu.

Itu sebabnya banyak org tidak kuat menghadapi kenyataan hidup yang semakin sulit perjuangan berat. Mudah menyerah pasrah… Itulah ciri-ciri betapa lemah rendahnya mentalitas manusia biasa-biasa.

Jadi jika Anda hari ini menghadapi persoalan besar, masalah yang sulit, perjuangan hidup yg berat, tantangan kerja yang berat… Hadapi berusahalah sekuat tenaga untuk mengatasinya, karena semua itu akan membuat kita menjadi semakin kuat.

Roma 5:3-5 ~ Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Jaga Baik-Baik Mata Saya

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, “Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu..

“Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya”

Moral cerita:

Tuhan menganggap kita semua adalah kekasih-Nya. Dia selalu setia menunggu dan menemani kita di saat-saat kelam sekalipun. Bahkan Dia rela menderita dan mati di kayu salib untuk kita. Dia memberikan segala-galanya hanya demi menyelamatkan kita, hanya untuk mencelikkan mata kita agar kita bisa melihat segala keindahan yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Tetapi seringkali kita justru tidak pernah menyadari apa yang telah diberikan-Nya kepada kita. Justru kita menolak dan menyangkal-Nya. Hari ini saudara..sudahkah Anda menyadari betapa besar pengorbanan-Nya untuk kita? Masihkah Engkau menyangkal-Nya dan membiarkan-Nya meneteskan air mata?

Hanya Sebuah Koin Penyok

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.” Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

“Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno”, kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju dan mengembalikan gerobaknya.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya, “Apa yg terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yg diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh.. bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala karunia hidup yang telah Tuhan berikan pada kita, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Kau Tak Akan Tahu !

Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di balik bukit pegunungan.

Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana. Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung. Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor, burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi dan menjaga keselamatan penghung negeri burung.

Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicau mereka selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dan gesekan daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan.

Mereka bertugas bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warni bulunya terlihat semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan. Dan rasa gembira bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasa senang.

Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya. Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya, di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah.

Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikan potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang. Kejam…? Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makan jauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elang hanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusia dan hewan.

Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil anak-anak elang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.

Induk elang dan elang jantan, bergantian menjaga sarang. Memastikan tak ada ular yang mengincar anak-anak elang dan memastikan anak-anak elang tak jatuh dari sarang yang berada di ketinggian pohon.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian dengan elang jantan menjaga sarang. Salah seekor anak elang bertanya:

”Kapankah aku bisa terbang seperti ayah dan ibu?”

Induk elang dan elang jantan tersenyum, bertukar pandang lalu elang jantan berkata: ”Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat”. Usai sang elang jantan berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkan kuat-kuat.

Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang. Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anak elang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sang jantan.

Waktu berjalan terus, musim telah berganti dari musim dingin ke musim semi. Seluruh permukaan pulau mulai menampakan warna-warni dedaunan. Bahkan sinar mentari memberi sentuhan warna yang indah.

Anak-anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar. Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehingga ia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayang dan mendekati sang anak seraya berkata: ”Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!”

Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang karenanya ia tak mendengar apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya bergetar hebat. Induk elang, dengan kasih memeluk sang anak. Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah si anak tenang dan tak gemetar, induk elang dan elang jantan membawa si anak kembali ke sarang.

Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada si anak elang. Jangankan berlatih terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepi sarang saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalam jarak pendek. Hal pertama yang diajarkan induk dan elang dan elang jantan adalah berusaha agar tidak mendarat keras di dataran.

Lama berselang setelah melihat kedua saudaranya berlatih, si elang yang pernah jatuh bertanya pada ibunya:

”Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?”

”Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!” jawab si induk elang dengan penuh kasih.

”Tapi aku takut!’ ujar si anak

”Kami tahu, karenanya kami tak memaksa.” Jawab si induk elang lagi.

”Lalu apa yang harus kulakukan agar aku berani?” tanya si anak

”Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!”

”Bagaimana caranya?”

”Percayalah pada kami!” Ujar elang jantan yang tiba-tiba sudah berada di tepi sarang.

Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi.

”Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang keseberang lautan?”

Dengan tenang si elang jantan berkata: ”Anakku kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamu mampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!”

Lalu si induk elang menambahkan: ”Mulailah dari sekarang, karena langkah kecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai dari langkah awal, anakku!”

Si anak elang diam tertegun, memandang takjub pada induk elang dan elang jantan. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinya sendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selalu ada, jika si anak memerlukan.

Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecil berjanji akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan elang jantan menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, maka tahulah ia, bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah di mulai saat tekad terbangun untuk melangkah. Sukses itu tak pernah ada kalau hanya sebatas tekad. Tapi tekad itu harus diwujudan dengan tindakan nyata walau di mulai dari langkah yang kecil.

MULAILAH RENTANGKAN DAN KEPAKKAN SAYAP KEMAMPUANMU, MAKA DUNIA ADA DIGENGGAMANMU !

Goresan Kehidupan

Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah , sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini , sang pengusaha sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh , dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar. Di pinggir jalan , tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.

Namun , karena berjalan terlalu kencang , tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang diparkir di jalan. Tapi , bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah. .. ternyata ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. Cittt ……. ditekannya rem mobil kuat-kuat.

Dengan geram , dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu dilemparkan. Jaguar yang tergores , bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain , begitu pikir sang pengusa ha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.

Ditariknya seorang anak yang paling dekat dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir. “Apa yang telah kau lakukan ? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku ! Lihat goresan itu “, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu mobil. “Kamu tentu paham , mobil baru semacam ini akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores ,” ujarnya lagi dengan geram , tampak ingin memukul anak itu.

Sang anak tampak ketakutan dan berusaha meminta maaf. “Maaf Pak , maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab , saya tidak tahu lagi harus melakukan apa “. Pada air mukanya tak tersembunyikan rasa ngerinya, dan tangannya bermohon ampun. “Maaf Pak , saya melemparkan batu itu , karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah , di dekat mobil-mobil parkir tadi. “Itu di sana ada kakakku. Dia tadi tergelincir , dan terjatuh dari kursi rodanya.

Saya tak kuat mengangkatnya. Dia terlalu berat. Badannya tak mampu saya papah, dan sekarang dia sedang kesakitan…” Air matanya mengalir makin deras yang diusapnya berkali-kali dengan punggung tangannya bergantian. Ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. “Maukah Bapak membantu saya mengangkatnya ke kursi roda ? Tolonglah , kakakku terluka , tapi dia terlalu berat untukku” . Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera , diangkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian diambilnya sapu tangan mahal miliknya , untuk mengusap luka di lutut anak itu.

Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat , kedua anak itu pun berterima kasih , dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. “Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak ” Keduanya berjalan beriringan , meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka.

Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu , melintasi sisi jalan menuju rumah mereka. Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat , sambil merenungkan kejadian yang baru saja dialaminya. Kerusakan yang terjadi pada mobil mahalnya bisa jadi bukanlah hal sepele.

Namun , ia memilih untuk tak menghapus goresan itu.Ia sengaja membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: “Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat , karena , seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatian mu.”

Saudara, sama halnya dengan kendaraan , hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya , hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat , sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar ?

Kadang , kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak , dan menyadari setiap ujaran Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan , memacu hidup dengan penuh nafsu , hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Saudara, kadang memang , ada yang akan “melemparkan batu” buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita ?

Tuhan Dan Laba-Laba

Pada saat Perang Dunia ke 2, ada seorang tentara Amerika yang terpisah dari unitnya di sebuah pulau di Pasifik. Karena pertempuran sangat gencar penuh asap dan tembakan, dia terpisah dari rekan-rekannya.

Sementara dia sendirian di dalam hutan, dia mendengar tentara musuh mulai mendekati tempat persembunyiannya. Berusaha untuk bersembunyi, dia mulai naik ke sebuah bukit dan menemukan beberapa gua di sana. Secara cepat dia merangkak masuk ke dalam salah satu gua. Dia merasa aman untuk sementara, namun dia menyadari jika tentara musuh melihatnya merayap ke atas bukit, mereka pasti akan segera memeriksa semua gua dan membunuhnya.

Dalam gua itu, dia mulai berdoa kepada Tuhan,” Tuhan, jika ini kehendak-Mu, tolong lindungi aku. Apapun yang terjadi, aku tetap mencintai-Mu dan mempercayai-Mu. Amin.”

Setelah berdoa, dia bertiarap dan mulai mendengar tentara musuh mulai mendekatinya. Dia mulai berpikir,”Baiklah, aku kira Tuhan tidak akan menolongku dari situasi ini.” Kemudian dia melihat seekor laba-laba mulai membangun jaring di depan gua persembunyiannya. Sementara dia mengawasi dan mendengar tentara musuh yang sedang mencarinya, lala-laba itu terus membentangkan benang-benang jaring di pintu masuk gua.

Dia terkejut dan berpikir,” Yang aku butuhkan sekarang adalah sebuah tembok pertahanan, mengapa Tuhan malah memberi sebuah jaring laba-laba. Pasti Tuhan sedang bercanda.” Dari kegelapan gua, dia melihat musuh mulai mendekat dan memeriksa setiap gua. Dia bersiap-siap untuk melakukan perlawanan terakhirnya, namun ada yang membuatnya heran karena tentara musuh hanya melihat sekilas ke arah gua persembunyiannya setelah itu mereka pergi begitu saja.

Tiba-tiba dia menyadari bahwa ternyata jaring laba-laba yang ada di pintu gua telah membuat gua itu terlihat seperti belum ada seseorang yang memasukinya. Karena kejadian itu, dia berdoa dan minta ampun kepada Tuhan karena sudah meragukan pertolongan Tuhan.” Tuhan, ampunilah aku. Aku lupa bahwa di dalam Engkau, jaring laba-laba menjadi lebih kuat dari dinding beton.”

Dalam hidup ini pun kita sering menganggap bahwa Tuhan harus menyediakan hal yang besar dan dasyat untuk menolong hidup kita. Tetapi kita sering lupa bahwa di dalam Tuhan hal yang kecil dan remeh bisa dipakai untuk menolong kita. “Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.” (1 Korintus 1:25)

Kebahagiaan Adalah Pilihan

Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.

Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. “Saya menyukainya”, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing. “Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.”

“Hal itu tidak ada hubungannya”, dia menjawab. “Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.”

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia :

1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.

2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.

3. Hiduplah dengan sederhana.

4. Berikan lebih banyak.

5. Jangan terlalu banyak mengharap.

Kisah Raja Dan Istri-Istrinya

Dahulu kala ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri. Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.

Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.

Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri keduanya karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.

Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar

dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli

terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.

Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, “Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi mungkin aku akan sendiri”.

Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, “Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku ?”

“Tidak akan !” balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.

Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya. Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, “Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku ?”

“Tidak !” sahut sang isteri. “Hidup ini begitu indah ! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali !”

Perasaan sang rajapun hampa dan membeku. Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, “Selama ini, bila aku membutuhkanmu kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku ?” “Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu !” jawab isteri keduanya. “Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu.”

Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.

Tiba-tiba, sebuah suara berkata :

“Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.” Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus seperti menderita kekurangan gizi.

Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, “Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan !”

Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai “4 isteri” dalam hidup kita….

“Isteri Keempat” kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal…

Kemudian “Isteri Ketiga” kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita. Saat kita meninggal,

semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Sedangkan “Isteri Kedua” kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu

yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita

hingga ke pemakaman.

Dan akhirnya “Isteri Pertama” kita adalah jiwa, roh, dan iman kita, yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.

Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang ! Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia…